"*" menunjukkan kolom yang wajib diisi
Volume fraud dan dispute meningkat ke level tertinggi yang pernah tercatat. Di saat yang sama, biaya operasional terus naik, waktu penyelesaian semakin lambat, dan tekanan regulasi terus meningkat. Proses fraud dan dispute yang legacy dan manual kesulitan mengimbangi, membuat tim kewalahan dan pelanggan harus menunggu.
Operasi fraud dan dispute membutuhkan kecepatan, akurasi, dan konsistensi di setiap kasus. Seiring bertumbuhnya volume, model yang sudah usang menimbulkan penundaan, meningkatkan risiko, dan mendorong biaya yang tidak perlu.
AI menawarkan jalur yang lebih cepat ke depan. Jika diterapkan dengan tepat, AI dapat merampingkan penyelesaian fraud dan dispute dengan mempercepat investigasi, mengurangi upaya manual, meningkatkan compliance, dan memberikan hasil yang lebih cepat bagi pelanggan.
Namun otomatisasi saja bukanlah jawabannya.
Menghilangkan terlalu banyak friksi dalam alur kerja fraud dan dispute justru meningkatkan risiko friendly fraud dan klaim palsu. Bot bergerak cepat, tetapi tanpa pengawasan manusia, bot dapat melewatkan konteks dan niat. Ketika setiap keputusan diotomatisasi, pelanggan yang sah bisa kehilangan kepercayaan di momen-momen yang paling krusial.
Model fraud dan dispute yang paling efektif menggabungkan efisiensi AI dengan penilaian manusia. Pendekatan human and AI memungkinkan organisasi menyelesaikan kasus lebih cepat sambil tetap menjaga keadilan, empati, dan kontrol.
Dalam whitepaper ini, para ahli dari Concentrix dan Genesys membagikan alasan mengapa organisasi terkemuka mengganti playbook fraud dan dispute yang sudah usang dengan kolaborasi human and AI untuk melindungi pendapatan, memperkuat compliance, dan menghadirkan pengalaman pelanggan yang lebih baik dalam skala besar.
AI berpotensi mentransformasi penanganan fraud dan dispute dengan meningkatkan kecepatan, menekan biaya operasional, memperkuat compliance, dan meningkatkan pengalaman pelanggan. Dengan menerapkan teknologi AI secara tepat, organisasi dapat merampingkan proses dan menangani fraud secara lebih efektif sambil menjaga keseimbangan antara efisiensi dan empati.
Otomatisasi yang berlebihan dapat meningkatkan friendly fraud dan klaim palsu. Di saat panik dan rentan, pelanggan mungkin lebih menginginkan kehadiran manusia untuk memberi ketenangan dan penyelesaian yang efektif.
Organisasi dapat merancang sistem yang cerdas dan responsif, yang tahu kapan harus mempercepat proses dan kapan harus menerapkan pendekatan yang lebih hati-hati. Dengan mengintegrasikan teknologi AI dan dukungan manusia, bisnis dapat memastikan efisiensi tetap terjaga sambil tetap memberikan empati dan kepedulian kepada pelanggan mereka.
"*" menunjukkan kolom yang wajib diisi